Setiap Rindu Pasti Bermuara

Rindu di pelupuk mata
Jatuh tersapu sedu
Mengalir jauh menjadi sungai-sungai
Arusnya sangat deras
Membelah hati yang kering
Dilanda rasa ingin bertemu
Karena tanpa aba-aba kau pergi waktu itu
Waktu kau dan aku duduk di bawah malam
Melihat langit hitam
Tak ada orang lain
Hanya aku, kau, dan bulan yang indah

Kujelajahi ngarai sepanjang sungai ini
Berlari ku sekencangnya
Sekuatnya
Sebab
Tak cukup kuat ku pikul beban
Rindu dari hari ke hari
Makin besar dan berat
Ku tak sabar ingin segera tiba di ujung sana
Pertemuan menjadi hilir
Berharap aku melihat kau di muara
Lalu ku lemparkan segala bongkahan rinduku
Tepat di wajahmu

Komentar