Merawat Dendam - Bagian Pertama
1999 bisa jadi tahun dimana pertama kali merasakan jatuh cinta. Bukan pada gadis lucu berambut hitam bergelombang. Tapi pada musik.
Awal mula, di siang hari selepas pulang dari sekolah, seperti anak-anak lain yang suka bermain di halaman rumah orang atau di kebun-kebun tetangga, ada lagu yang terdengar yang suaranya keluar dari salah satu rumah. Yang mana ternyata lagu itu diputar menggunakan pemutar compact disc. Kalau tidak salah, salah satu lagu milik Sheila on 7 yang diputar waktu itu. Ya, sepertinya dari situ awalnya.
Kecintaan itu terus berkembang seiring seringnya mendengar bermacam lagu dari pelbagai band atau penyanyi di era itu. Kecintaan ini tidak sampai pada level menjadi seorang fans berat, hanya sebagai seorang penikmat. Selalu kagum dengan orang-orang yang bisa menciptakan lagu seindah dan sekeren itu. Dan kebanyakan lagu-lagu pada masa itu masih enak di dengar hingga sekarang. Setidaknya lagu yang dari dulu menarik untuk didengarkan.
Ada sebuah mini compo di rumah yang menjadi penjembatan terhadap lagu. Atau tivi cembung yang selalu menjadi teman untuk menonton channel musik paling populer saat itu, MTV. Sayangnya, mendengarkan lagu dari radio atau tivi ada batasan yang harus diterima. Yaitu tidak bisa leluasa memilih, atau memutar kembali lagu tertentu. Karena pelbagai alasan, mengupayakan membeli sekedar kaset pita adalah hal yang sulit terwujud.
Pada akhirnya, berangkat dari sebuah informasi dari seorang kawan, ternyata mini compo di rumah bisa dipakai untuk merekam suara. Ini sekaligus menjawab rasa penasaran sejak lama, kenapa tombol 'Rec.' tidak bisa ditekan? Rasanya keras seperti terkunci. Ternyata tombol tersebut bisa dipakai dan berfungsi jikalau ditekan secara bersamaan dengan tombol 'Play'. Dan, perekaman suarapun dimulai.
Bersambung kocak...
Komentar
Posting Komentar