Air Putih, Kau Semesta
Jika para pencinta itu adalah pasien, maka sudah pasti aku penderita sakit jiwa. Karena sudah ku serahkan jiwaku padamu, seluruhnya. Ku habiskan masa perjalanan hidupku untuk merindu. Bahkan ketika jiwaku masih berdiam di alam ruh. Sampai cakrawala tak mampu menahan langit dan alam semesta runtuh.
Jauh atau dekat. Sejenak atau selamanya. Tak ada yang mampu meredakan. Aku akan selalu membelamu. Walaupun seluruh dunia melawan. Aku sama sekali tak peduli. Bahkan, jika dirimu sendiri menolak dan menentangmu, aku akan tetap membelamu.
Kau adalah alasan sekaligus tujuan. Kau seperti air putih. Penuh makna. Kau perwujudan alam semesta dalam sederhana.
Jauh atau dekat. Sejenak atau selamanya. Tak ada yang mampu meredakan. Aku akan selalu membelamu. Walaupun seluruh dunia melawan. Aku sama sekali tak peduli. Bahkan, jika dirimu sendiri menolak dan menentangmu, aku akan tetap membelamu.
Kau adalah alasan sekaligus tujuan. Kau seperti air putih. Penuh makna. Kau perwujudan alam semesta dalam sederhana.
Pertamax gan
BalasHapusup gan
Hapus